Psikologi Perkembangan Anak MI/SD
KONSEP PERKEMBANGAN DALAM PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN






Disusun Oleh:
Fatimah Qolbi (1811240073)



Dosen Pembimbing :
Dian Jelita, M.Pd





PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU
2020





KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Swt. Yang Maha Kuasa dengan segala rahmat yang diberikan-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Konsep Perkembangan Dalam Psikologi Dan Pendidikan”.
Kami berharap dengan adanya makalah ini dapat menambah pengetahuan ataupun wawasan mengenai materi ini.
Mungkin dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak sekali kekurangan dan kesalahan dalam penulisan kami yang tidak sengaja, kami mohon maaf yang sebenar benarnya.
Kami harapkan kritik dan sarannya demi kesempurnaan makalah ini demi memperbaiki pembuatan makalah berikutnya.

Bengkulu,     Maret 2020
\


Fatiamah Qolbi
     





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ...........................................................................................    i
DAFTAR ISI ...........................................................................................................  ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................   1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................  2
C. Tujuan ..............................................................................................................  2

BAB II PEMBAHASAN
A.    Konsep Perkembangan Dalam Psikologi Dan Pendidikan ...........................   3
B.     Konsep Perkembangan Dalam Psikologi ......................................................  6
C.     Konsep Perkembangan Dalam Pendidikan ...................................................  8

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ...................................................................................................  12
B.     Saran .............................................................................................................  12

DAFTAR PUSTAKA









BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam perkembangan individu ada dua istilah yang sering muncul, pertama adalah istilah “Perkembangan” dan kedua adalah istilah “Pertumbuhan”. Kedua istilah tersebut kadang menimbulkan keambiguan bahkan ada yang mengartikan bahwa perkembangan dan pertumbuhan adalah sama.
Perkembangan dan pertumbuhan sebenarnya juga memang mempunyai kesamaan yaitu yang berarti adanya perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan-perubahan yang menuju kepada kemajuan-kemajuan. Namun perbedaannya pertumbuhan adalah perubahan perubahan yang  terjadi secara kuantitatif pada aspek jasmani, biologis anatomis dan  fisiologis. Sedangkan perkembangan adalah perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif pada aspek pematangan fungsi organ individu.
Berangkat dari permasalahan tersebut, khususnya dalam mengkaji tentang perkembangan individu, tentunya tidak bisa lepas dari tatanan Psikologi, yang mana kemudian akan berkembang pada turunannya yaitu Psikologi Perkembangan sebagai cabang dari psikologi sebagai ilmu. Dan jika juga perlu dikaitkan dengan pendidikan, maka nantinya juga menelusuri manfaat psikologi khususnya psikologi perkembangan dalam dunia pendidikan itu sendiri[1].

B.     Rumusan Masalah
A.    Apa itu konsep perkembangan dalam psikologi dan pendidikan ?
B.     Bagaimana konsep perkembangan dalam psikologi ?
C.     Bagaimana konsep perkembangan dalam pendidikan ?

C. Tujuan
A.    Untuk mengetahui apa itu konsep perkembangan dalam psikologi dan pendidikan
B.     Untuk mengetahui bagaimana konsep perkembangan dalam psikologi
C.     Untuk mengetahui bagaimana konsep perkembangan dalam pendidikan

























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Perkembangan Dalam Psikologi Dan Pendidikan
Perkembangan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. Perkembangan juga di artikan sebagai perubahan-perubahan yang  dialami  oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan baik yang menyakut aspek fisik maupun psikis. Adapun prinsip-prinsip perkembangan diantaranya:
1.      Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti
Manusia secara terus menerus berkembang atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar sepanjang hidupnya.
2.      Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi
Setiap perkembangan aspek individu baik fisik, emosi, intelegensi, maupun sosial satu sama lainnyasaling mempengaruhi.
3.      Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu
Perkembangan wajib secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu. Setiap tahap perkembangan merupakan hasil perkembangan tahap sebelumnya dan merupan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya.
4.      Perkembanagan terjadi pada tempat yang berlainan
Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangan terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat dan ada yang lambat). Umumnya, otak mencapai bentuk ukuran yang sempurna pada umur 6-8 tahun. Tangan, kaki, dan hidung mencapai perkembangan yang maksimum pada masa remaja. Sementara itu, imajinatif kreatif berkembangan dengan cepat pada masa kanak- kanak dan mencapai puncaknya pada masa remaja.
5.      Setiap fase perkembanagan mempunyai ciri khas
Prinsip ini dapat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut. Sampai usia dua tahun, perkembangan anak terpusat pada pengendalan lingkungannya,penguasaan garak fisik, dan belajar bicara.
6.      Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/ fase perkembangan
Prinsip ini berarti bahwa dalam menjalani hidup yang normal dan berusia panjang, individu akan mengalami fase- fase perkembangan; bayi, kanak-kanak anak, remaja, dewasa, dan masa tua[2].
Secara etimologi psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno yaini “psyche” yang berarti roh, jiwa, dan “logos” yang berarti ilmu, maka Psikologi berarti ilmu jiwa. Sedangkan secara terminologi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Tetapi perlu digaris bawahi bahwa psikologi tidak mempelajari jiwa/mental secara langsung karena jiwa sifatnya yang abstrak, psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspor dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses/kegiatannya. Sehingga psikologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan proses mental[3].
Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Jadi, pendidikan merupakan sebuah proses, yakni proses perubahan perilaku baik individu ataupun sekelompok orang, dengan tujuan untuk membuat individu-individu tersebut dewasa. Maksud dewasa di sini adalah bahwa individu itu mencapai kematangan dalam pikiran dan pandangan. Dalam pengertian ini juga terkandung upaya atau usaha yang dilakukan dalam kegiatan pendidikan, yakni melalui pengajaran dan latihan.
Sejalan dengan definisi di atas, pendidikan sebagai upaya-upaya, yakni upaya mencerdaskan bangsa, menanamkan nilai-nilai moral dan agama, membina kepribadian, mengajarkan pengetahuan, melatih kecakapan, ketrampilan, memberikan bimbingan, arahan, tuntunan, teladan, dan lain-lain.
Pendidikan merupakan proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.
Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan biasa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bias (mengajar) bayi mereka sebelum di lahirkan. Banyak orang lain, pengalaman, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti dari pendidikan formal.
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering sekali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan, khususnya di Indonesia yaitu :
·         Faktor internal, meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasioanal, Dinas Pendidikan Daerah, dan juga sekolah yang berada di garis depan.
·         Faktor eksternal, adalah masyarakat pada umumnya[4].
Jadi, konsep perkembangan dalam psikologi dan pendidikan adalah proses tingkah laku dan proses mental ataupun proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat.
B.     Konsep Perkembangan Dalam Psikologi
Perkembangan berorientasi keadaan psikologi manusia mulai lahir sampai meninggal berbeda dengan pertumbuhan yang berorientasi pada fisik atau biologi.
Kajian Ilmiah mengenai berbagai proses prubahan dan stabilitas sepanjang rentang kehidupan manusia. Pola perubahan yang di mulai sejak pembuahan dan yang terus berlangsung selama masa hidup manusia. Studi ilmiah mengenai proses perubahan dan stabilitas melalui rentang kehidupan manusia. Adapun berbagai perkembangan psikologi, yaitu:
1.      Perkembangan fisik
Pertumbuhan yang di awali dengan pertumbuhan dari badan otak yang termasuk dari kapasitas sensori yang membantu dalam segala hal kegiatan yang di lakukan dalam bentuk fisik itu sendiri
2.      Perkembangan kognitif
Pola pola perkembangan yang di awali dari skill atau kemampuan belajar,atensi,memori. Berfikir serta kreativitas yang di lakukan setiap hari dan skill atau kemampuan tersebut bisa di ringkatkan dengan berlatih dan belajar dengan proses yang bertahap sampai kejenjang yang lebih tinggi.
3.      Perkembangan psikososial
Pola pola perubahan atau pertumbuhan berupa emosi , kepribadian dan hubungan sosial antar sesama dapat terbentuk pada ini yang mana perkembangan secara psikososial ini terutama saat berinteraksi dengan yang lain baik sesama jenis dan lawan jenis memiliki perbedaan dalam penanggapan mereka sendiri.
Sedangkan proses perkembangan melalui beberapa proses perubahan, diantaranya
1.      Perubahan kuantitatif
Perubahan yang tumbuh dan dapat di ukur berupa angka atau jumlah bias juga dari perolehan kosa kata,peningkatan perilaku,agresif dalam hal hal yang di bentuk dari dalam diri dan bisa di prediksikan dengan angka angka. Contoh:Berat badan,perolehan kosa kata,tinggi badan
2.      Perubahan kualitatif
Perubahan dalam jenis stuktur atau organisasi. Biasanya di tandai dengan munculnya gejala baru yang secara mudah di prediksi dengan mudah dengan mendasarkan fungsi sebelumnya dan ini bias juga di lihat dari kulitas orang tersebut sehingga nampak dari perubahanya.
Adapun karakteristik dan prespektif masa hidup, yaitu:
1.      Berlangsung dalam sepanjang hidup dan masa dewasa awal tidak di anggap titik akhir dari perkembangan tidak ada satu periode usia apapun yang mendominasi perkembangan manusia
2.      Bersifat multidimensi, berapapun usia anda pada dasarnya tubuh,pikiran,emosi,dan relasi anda selalu berubah ubah dan slalu saling berinteraksi dan perkembangan melibatkan dimensi biologi ,kognitif dan psikososial.
3.      Bersifat multiarah, sepanjang kehidupan atau komponen dari suatu dimensi akan berkembang.
4.      Bersifat pkastis, Pkasitas berarti kapasitas untuk berubah kemampuan dan berubah sesuai dengan bagaiamana di latih dan belajar.
5.      Bersifat multidisiplin, para psikologi, antropologi, soisologi mengungkapkan misteri perkembangan yang berlangsung sepanjang hidup.
6.      Bersifat kontekstual, pengaruh yang berasal dari normatif yaitu usia atau sejarah pengetahuan yang berpengaruh besar terhadap kehidupan individu.
7.      Melibatkan pertumbuhan,pemeliharaan dan regulasi terhadap kehilangan, ketika individu memasuki masa dewasa menengah dan akhir pemeliharaan regulasi terhadap menurunya jumlah kemampuan menjadi penting.
8.      Konstruksi bersama dari faktor biologi ,budaya dan individu otak membentuk budaya. Namun otak juga di bentuk oleh budaya dan pengalaman yang telah dimiliki[5].

C.    Konsep Perkembangan Dalam Penndidikan
         Pendidikan adalah Suatu usaha untuk mewujudkan suatu suasana pembelajaran dan pengembangan diri baik secara fisik maupun non fisik yang dapat diterapkan dikehidupan berkeluarga,bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
Materi Pendidikan harus disajikan memenuhi nilai-nilai hidup. nilai hidup meliputi nilai hidup baik dan nilai hidup jahat. penyajiannya tidak boleh pendidikan sifatnya memaksa terhadap anak didik, tetapi berikan kedua nilai hidup ini secara objektif ilmiah. dalam pendidikan yang ada di Indonesia tidak disajikan nilai hidup, sehingga bangsa Indonesia menjadi kacau balau seperti sekarang ini.Pendidikan terbagi atas:
·         Pendidikan nonformal meliputi pendidikan dasar, dan pendidikan lanjutan. Pendidikan dasar mencakup pendidikan keaksaraan dasar, keaksaraan fungsional, dan keaksaraan lanjutan paling banyak ditemukan dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Pendidikan Al Quran (TPA), maupun Pendidikan Lanjut Usia. Pemberantasan Buta Aksara (PBA) serta program paket A (setara SD), paket B (setara B) adalah merupakan pendidikan dasar. Pendidikan lanjutan meliputi program paket C (setara SLA), kursus, pendidikan vokasi, latihan keterampilan lain baik dilaksanakan secara terogranisasi maupun tidak terorganisasi. Pendidikan Non Formal mengenal pula Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai pangkalan program yang dapat berada di dalam satu kawasan setingkat atau lebih kecil dari kelurahan/desa. PKBM dalam istilah yang berlaku umum merupakan padanan dari Community Learning Center (CLC)yang menjadi bagian komponen dari Community Center.
·         Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
         Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan khususnya di Indonesia yaitu:
1.      Faktor internal, meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Daerah, dan juga sekolah yang berada di garis depan.Dalam hal ini,interfensi dari pihak-pihak yang terkait sangatlah dibutuhkan agar pendidikan senantiasa selalu terjaga dengan baik.
2.      Faktor eksternal, adalah masyarakat pada umumnya. Dimana,masyarakat merupakan ikon pendidikan dan merupakan tujuan dari adanya pendidikan yaitu sebagai objek dari pendidikan[6].
Pendidikan bukan hanya menyampaikan keterampilan yang sudah dikenal, tetapi harus dapat meramalkan berbagai jenis keterampilan dan kemahiran yang akan datang, dan sekaligus menemukan cara yang tepat dan cepat supaya dapat dikuasai oleh anak didik.
Pendidikan merupakan usaha yang sengaja secara sadar dan terencana untuk membantu meningkatkan perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang individu dan sebagai warga negara/masyarakat, dengan memilih isi (materi), strategi kegiatan, dan teknik penilaian yang sesuai. Dilihat dari sudut perkembangan yang dialami oleh anak, maka usaha yang sengaja dan terencana tersebut ditujukan untuk membantu anak dalam menghadapi dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan yang dialaminya dalam setiap periode perkembangan. Dengan kata lain, pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam perkembangan anak. Pendidikan ialah usaha yang sengaja diadakan, baik langsung maupun secara tidak langsung, untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaan. Pendidikan adalah pimpinan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak, dalam pertumbuhannya (jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat.
Proses belajar akan menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif (penalaran, penafsiran, pemahaman, dan penerapan informasi), peningkatan kompetensi (keterampilan intelektual dan sosial), serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai, sikap, penghargaan dan perasaan, serta kemauan untuk berbuat atau merespon sesuatu rangsangan (stimuli).
Pendidikan adalah pengalaman yang dengan pengalaman itu, seseorang atau kelompok orang dapat memahami seseuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami. Pengalaman itu terjadi karena ada interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya. Interaksi itu menimbulkan proses perubahan (belajar) pada manusia dan selanjutnya proses perubahan itu menghasilkan perkembangan (development) bagi kehidupan seseorang atau kelompok dalam lingkungannya.
Pendidikan adalah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia dewasa dengan si anak didik yang secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memebrikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya, dalam arti supaya dapat mengembangkan potensinya semaksimal mungkin, agar menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab. Potensi disini ialah potensi fisik, emosi, sosial, sikap, moral, pengetahuan, dan keterampilan[7].






  















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Konsep perkembangan dalam psikologi dan pendidikan adalah proses tingkah laku dan proses mental ataupun proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat.
Perkembangan berorientasi keadaan psikologi manusia mulai lahir sampai meninggal berbeda dengan pertumbuhan yang berorientasi pada fisik atau biologi. Perkembangan psikologi, yaitu: Perkembangan fisik, Perkembangan kognitif, Perkembangan psikososial. Beberapa proses perubahan, diantaranya: Perubahan kuantitatif dan Perubahan kualitatif. Adapun karakteristik dan prespektif masa hidup, yaitu: Berlangsung dalam sepanjang hidup, Bersifat multidimensi, Bersifat multiarah, Bersifat pkastis,Bersifat multidisiplin, Bersifat kontekstual, Melibatkan pertumbuhan,pemeliharaan dan regulasi terhadap kehilangan.
Pendidikan adalah Suatu usaha untuk mewujudkan suatu suasana pembelajaran dan pengembangan diri baik secara fisik maupun non fisik yang dapat diterapkan dikehidupan berkeluarga,bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
B.     Saran
Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan, kurang dan lebihnya kami mohon untuk di maafkan, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan, jika ada kesalahan mohon diingatkan dan dibenarkan sebagai perbaikan kami kedepan. Semoga apa yang tertera disini membawa manfaat untuk kita semua dan bisa membawa wawasan kita semua.



DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, Teori Dan Konsep Pendidikan, (http://kumpulanmakalah94.blogspot.com/2016/01/teori-dan-konsep-pendidikan.html), diakses pada tanggal 17 Maret 2020.
Arif, M. Ridwan, Konsep Perkembangan Dalam Konstelasi Psikologi Dan Pendidikan, (https://fkipuijember.wordpress.com/2012/06/29/konsep-perkembangan-dalam-konstelasi-psikologi-dan-pendidikan/), diakses pada 17 Maret 2020.
Fitria, Perkembangan Pendidikan Di Indonesia, (https://fitriafitri.weebly.com/perkembangan-pendidikan.html), diakses pada tanggal 17 Maret 2020
Herlin, Erlina, Konsep-Konsep Perkembangan Psikologi, (https://www.kompasiana.com/erlina_herlin/54f342297455137e2b6c6e48/konsepkonsep-perkembangan-psikologi), diakses pada tanggal 17 Maret 2020
Hufad, Achmad,  Konsep Pendidikan, (https://nie07independent.wordpress.com/konsep-pendidikan/), diakses pada 17 Maret 2020
Melyloelha, Konsep Perkembangan, (http://melyloelhabox.blogspot.com/2013/06/konsep-perkembangan_11.html), diakses pada 17 Maret 2020




[1] M. Ridwan Arif, Konsep Perkembangan Dalam Konstelasi Psikologi Dan Pendidikan, (https://fkipuijember.wordpress.com/2012/06/29/konsep-perkembangan-dalam-konstelasi-psikologi-dan-pendidikan/), diakses pada 17 Maret 2020.
[2] Melyloelha, Konsep Perkembangan, (http://melyloelhabox.blogspot.com/2013/06/konsep-perkembangan_11.html), diakses pada 17 Maret 2020
[3] M. Ridwan Arif, Konsep Perkembangan Dalam Konstelasi Psikologi Dan Pendidikan, (https://fkipuijember.wordpress.com/2012/06/29/konsep-perkembangan-dalam-konstelasi-psikologi-dan-pendidikan/), diakses pada 17 Maret 2020.
[4] Anonymous, Teori Dan Konsep Pendidikan, (http://kumpulanmakalah94.blogspot.com/2016/01/teori-dan-konsep-pendidikan.html), diakses pada tanggal 17 Maret 2020
[5] Erlina Herlin, Konsep-Konsep Perkembangan Psikologi, (https://www.kompasiana.com/erlina_herlin/54f342297455137e2b6c6e48/konsepkonsep-perkembangan-psikologi), diakses pada tanggal 17 Maret 2020
[6] Fitria, Perkembangan Pendidikan Di Indonesia, (https://fitriafitri.weebly.com/perkembangan-pendidikan.html), diakses pada tanggal 17 Maret 2020
[7] Achmad Hufad, Konsep Pendidikan,  (https://nie07independent.wordpress.com/konsep-pendidikan/), diakses pada 17 Maret 2020

Komentar

Posting Komentar